Bunda ingin punya momongan lak-laki atau perempuan? Ternyata ada metode untuk menentukan jenis kelamin bayi lho… Meskipun hingga saat ini belum ada metode atau teknologi yang 100% dapat memastikan terpilihnya jenis kelamin bayi, namun tak ada salahnya dicoba. Yuks simak tips untuk menentukan jenis kelamin momongan!!!

# Mengetahui asam/basa (pH) vagina

Diduga pH yang lebih basa cenderung menghasilkan jenis kelamin laki-laki, sedangkan pH yang lebih  asam akan menghasilkan janin berjenis kelamin perempuan. Nah, agar lingkungan vagina relatif asam, sesaat sebelum berhubungan, basuh kelamin Bunda dengan asam cuka yang diencerkan. Cara membuatnya : campurkan 1 sendok makan larutan cuka dapur dengan 1 gayung air (kira-kira 1 liter). Kemudian basuhkan ke wilayah kelamin Bunda sebelum melakukan hubungan intim. Atau bisa juga dengan memanfaatkan cairan pembersih vagina. Sebaliknya, agar lingkungan vagina menjadi basa, basuh vagina dengan campuran air dan soda, seperti soda kue atau natrium karbonat.

Perhatikan juga posisi hubungan seks. Agar pH vagina cenderung asam, posisi hubungan seks yang tepat adalah posisi misionaris (suami di atas dan istri di bawah). Sedangkan agar pH cenderung basa, posisi suami saat berhubungan intim ada di belakang. Teknik ini diklaim 50-70% berhasil.

Terkait dengan posisi hubungan intim, untuk mendapatkan bayi laki-laki, ada juga yang menganjurkan posisi doggy style dengan penetrasi yang dalam sehingga mempercepat masuknya sperma ke dalam vagina, rahim, serta saluran telur. Dengan posisi ini, penis dapat mencapai bagian dalam vagina (mencapai saluran telur) tempat bertemunya sel telur dan sperma. Sementara dengan penetrasi yang dalam, sebagian besar sperma Y (laki-laki) langsung masuk ke rahim dan tidak mati saat terkena cairan lendir leher rahim yang bersifat asam. Sebaliknya bila menginginkan bayi perempuan, disarankan penetrasi perlahan-lahan, sehingga kebanyakan sperma Y akan mati pada waktu penis melewati leher rahim. Hal ini disebabkan sperma Y cukup lama berada di dalam vagina yang bersuasana asam. Hindari orgasme (untuk istri) supaya tidak tercipta lingkungan yang basa di dalam vagina.

(sumber : Majalah Nakita – Mei 2013)