Pernahkah Anda melihat seorang ibu hamil tertawa lepas terkekeh-kekeh, atau bahkan terbahak-bahak? Jangan heran dan menganggapnya heboh lho! Soalnya tertawa itu menyehatkan bagi ibu hamil  dan secara tak langsung bermanfaat juga bagi kesehatan janinnya. Demikan menurut dr. IPG Kayika, SpOG dari Divisi Ginekologi Sosial, Departemen Ilmu Obstetri dan Ginekologi, FKUI/RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta.

Low angle view of three pregnant women standing together and laughing

Tertawa itu Sehat 

Ya, ada sejuta manfaat tertawa bagi kesehatan tubuh. “Menurut banyak penelitian, tertawa itu bak olahraga. Saat seseorang tertawa terpingkal-pingkal, ia akan menggoyang-goyangkan otot-otot perut, dada, bahu, sehingga membuat tubuh seakan-akan sedang aerobik di tempat,” jelas dr. Kayika. Ia melanjutkan, “Selain itu, saat tertawa kita akan bernapas dengan kuat. Nah, semua itu akan melatih otot-otot jantung serta memperlancar sirkulasi darah. Sirkulasi darah yang lancar akan mempercepat aliran oksigen dan nutnsi ke seluruh tubuh ibu hamil termasuk juga yang menuju ke janin. Hasilnya, ibu sehat, janin pun sehat. Ini karena pasokan oksigen dan nutrisi yang diperlukan, diperoleh bayi dengan lancar.”

“Kedua, tertawa juga bermanfaat bagi peningkatan sistem kekebalan tubuh atau antibodi, karena saat tertawa, sel-sel T yang berfungsi melawan penyakit diproduksi oleh tubuh. Dengan demikian, tubuh ibu akan terlindungi oleh penyakit karena sistem kekebalan tubuhnya meningkat. Sementara itu, si janin tentu akan mendapat jumlah antibodi yang cukup. Ingat, bayi baru lahir belum memproduksi antibodinya sendiri dan ia mendapatkannya dari ibunya. Jika jumlah antibodinya cukup tentu saja janin atau bayi itu sehat dan terhindar dari infeksi,” kata dr. Kayika.

Apa yang dikemukakan oleh dr. Kayika sama dengan Dr. Lee Berk dan rekannya dr. Stanley Tan dan Universitas Loma Linda di California, Amerika Serikat. Kedua ahli ini telah meneliti efek tertawa bagi sistem imun tubuh. Menurut mereka tertawa ternyata dapat menekan tekanan darah, mengurangi produksi hormon stres, meningkatkan fleksibilitas otot, dan meningkatkan fungsi imun.

“Tertawa juga akan membuat paru-paru ibu hamil bersih. Karena, saat tertawa akan terjadi pergantian udara, sehingga udara jenuh di dalam paru-paru akan digantikan oleh udara segar. Selain darah menjadi kaya oksigen, alat pernapasan akan lebih bersih. Karena, menurut literatur, tertawa itu melatih otot-otot pernapasan, paru-paru, jantung, perut, serta mampu mengusir zat-zat asing dari saluran pernapasan,” sambung dr. Kayika.

Fakta lainnya buat wanita, tertawa itu bisa membuat wajah terlihat awet muda. Karena, saat tertawa kita menggunakan 15 otot-otot wajah. Ya… ibarat senam wajahlah. Senang, kan? Sudah tubuh sehat, janin sehat, ditambah lagi Anda bisa awet muda. Orang sekitar pun ikut bahagia. Karena, siapa sih, yang tak senang melihat ibu hamil gembira?

Tertawa dan Sisitem Kekebalan Tubuh

Dalam jurnal Humor and Health bulan September/Oktober 1996 dikatakan bahwa tertawa ternyata:

Mencegah stres

Dokter Kayika juga menjelaskan manfaat tertawa bagi kesehatan emosi ibu hamil. “Tertawa akan menghambat pengeluaran hormon kortisol, yakni hormon yang bertanggung jawab alas timbulnya stres. Hormon kortisol ini bisa menghambat aliran darah ke plasenta, sehingga bayi tidak menerima nutrisi dan okisigen yang memnyebabkan perkembangannya tak optimal.”  Sebaliknya,  tertawa akan mengeluarkan hormon endorfin, yakni zat yang mampu membunuh rasa sakit serta mempengaruhi kebugaran emosi. Sehingga, perasaan-perasaan negatif seperti cemas, sedih, dan bingung yang mungkin saja dialami wanita selama kehamilannya, akan hilang.

Mengapa ibu hamil tidak boleh stres? Dalam jangka pendek, level tinggi dari stres dapat mengakibatkan kelelahan, susah tidur, tegang, kurang nafsu makan atau sebaliknya terlalu banyak makan, sakit kepala dan sakit punggung. Bila stres berlangsung lama, akan berakibat buruk pada kesehatan tubuh, seperti mudah terinfeksi, tekanan darah tingi, dan gangguan pada jantung. Gawatnya lagi, stres akan berakibat buruk pada janin. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kadar stres yang tinggi dapat meningkatkan risiko bayi lahir premalur dan lahir dengan berat badan rendah. Hal ini diduga karena hormon penyebab sttes (hormon kortisol) akan menghambat aliran darah ke plasenta, sehingga bayi tidak menerima nutrisi dan oksigen bagi perkcmbangannya yang optimal.

Selain itu, sebuah penelitian yang dilakukan di University of California Los Angeles School of Medicine tahun 1999 menemukan, wanita yang stres di usia kehamilan 18-20 minggu, mempunyai hormon CRH (corticotropin-releasing hormone) di dalam darah mereka. Tingginya CRH tersebut terbukti berhubungan dengan risiko bayi lahir prematur. Hormon yang dihasilkan oleh otak dan plasenta ini akan memicu tubuh melepaskan zat kimia yang disebut prostaglandin. Zat ini memicu kontraksi rahim, sehingga menyebabkan terjadinya kelahiran prematur.

Stres juga seeara tak langsung akan mempengaruhi perilaku wanita hamil. Mereka yang mengalami stres berat mungkin tidak berperilaku positif terhadap kesehatannya. Misalnya, tidak mau mengkonsumsi makanan yang bernutrisi, merokok, minum minuman beralkohol, dan yang mengerikan adalah mengkonsumsi obat-obatan terlarang. Minuman beralkohol dan obat-obatan terlarang efek buruknya adalah menimbulkan cacat pada bayi.

Jadi. untuk para ibu hamil, jangan sampai stres ya! Kalau ada masalah, carilah jalan keluar misalnya dengan mengkomunikasikannya ke orang yang dipercaya. Lalu, jalankan saja cara jitu ini: sering-seringlah tertawa…. Be happy, Mom!

Baca juga artikel lainnya :

Merawat Gigi Ibu Hamil