Beautiful woman having a stomachache“Duh, kok susah pup, ya? Mau pipis juga susah, nih….,” Begitu keluhan sebagian ibu yang baru saja melahirkan. Tidak usah heran. Pada saat hamil dan masa nifas, terjadi banyak perubahan pada organ tubuh, termasuk usus atau saluran pencernaan dan kandung kemih. Itu sebabnya, masalah buang air kecil (BAK) dan buang air besar (BAB) pasca persalinan erat kaitannya dengan kehamilan.

Gerak usus melambat

Waktu hamil, banyak faktor yang mempengaruhi kerja usus. Contohnya, karena pengaruh hormon kehamilan, terjadi peningkatan relaksasi otot-otot saluran pencernaan, sehingga gerak lambung dan usus melambat. Hal ini menyebabkan BAB ibu hamil juga akan lebih jarang. Di samping gerakan usus yang melambat, semakin besarnya rahim juga menghambat kelancaran proses aliran sisa makanan sampai pada titik akhir menjadi feses.

Proses kehamilan juga menyebabkan ibu kurang aktif, sehingga proses pencernaan dan penyaluran makanan juga kurang lancar. Selain itu, asal Anda tahu, suplemen yang diminum selama kehamilan, seperti Fe (zat besi), dapat menyebabkan sembelit (konstipasi) karena feses jadi keras.

Nah, setelah persalinan, terjadi proses reposisi usus atau kembalinya posisi usus dari posisi terdesak rahim ke posisi semula. Proses ini kadang perlu waktu, sehingga selama itu pula BAB mungkin belum spontan dan normal kembali.

Selain itu, luka episiotomi (robekan pada jalan lahir) dapat menimbulkan ketakutan ibu untuk BAB. Sedangkan bila persalinan yang dilakukan dengan operasi Caesar, jenis anestesi yang menyebabkan otot-otot usus “lumpuh” juga akan membuat otot-otot tersebut perlu waktu untuk aktif seperti semula.

Takut perih?

Seiring berjalannya kehamilan, pembesaran rahim menyebabkan penekanan pada kandung kemih, sehingga daya tampungnya berkurang. Itu sebabnya, pada pertengahan awal kehamilan, ibu hamil akan sering BAK.

Sedangkan di paruh akhir kehamilan, akibat pengaruh hormon, terjadi relaksasi otot kandung kemih. Akibatnya, kekuatan pengosongan kandung kemih jadi berkurang, dan kadang BAK ibu hamil yang bersangkutan tidak tuntas.

Puncaknya, pada saat persalinan normal, proses persalinan menyebabkan penekanan yang cukup lama pada otot yang bertanggung jawab membuka atau menutup pintu saluran kemih. Akibatnya, terjadi pembengkakan, iritasi/lecet atau kelumpuhan otot ini, sehingga bisa timbul rasa tidak dapat berkemih. Kondisi ini biasa terjadi pada persalinan lama, karena bayi besar, kehabisan ketuban, dan persalinan dengan alat bantu.

Rasa sakit setelah melahirkan dan luka jalan lahir juga bisa menimbulkan ketakutan ibu untuk berkemih. Selain perih, Anda mungkin takut jongkok karena akan terjadi peregangan pangkal paha.

Banyak gerak

Sebenarnya, masalah sulit BAB dan BAK pasca persalinan merupakan hal yang normal dan tak perlu ditakuti. Beberapa tip berikut bisa membantu Anda :