~ Elamorbajuhamil ~ Umumnya, seorang ibu akan merasa bahagia sehabis melahirkan. Namun, ada kasus di  mana sang ibu malah merasa sedih, murung, dan menangis melulu. Keadaan ini dinamakan post partum depression atau depresi pascapersalinan yang dikenal juga dengan istilah baby blues.

mengatasi-baby-bluesSTRES MENGHADAPI PERUBAHAN

Kelahiran bayi menuntut ibu untuk menyesuaikan diri pada situasi baru. Selain harus mengurus bayinya, ibu pun harus tetap melakukan pekerjaan rumah tangga. Ditambah lagi jika ibu termasuk tipe orang yang sangat memperhatikan penampilan fisik, maka ia pun harus mengembalikan bentuk tubuhnya. Tentunya ini semua akan menyita pikiran dan energinya, terlebih jika bayinya rewel. Bisa-bisa hal tersebut memicu emosi dan stres si ibu. Manifestasinya sccara fIsik dalam bentuk merasa lelah terus-menetus dan tak bugar, sementara secara psikis, perasaannya jadi sangat tak menentu, tanpa sebab yang jelas tiba-tiba saja ia marah, kesal, sedih, murung, dan ingin menangis terus.

PERLU BANTUAN SUAMI

Bagaimanapun, peran suami sangat dibutuhkan untuk membantu istri menghadapi “masa-masa sulit” tersebut. Dengan adanya pengertian, pemahaman, dan dukungan dari suami, biasanya si ibu tak akan merasa terlalu berat dalam menghadapi tugas-tugas barunya. Dengan demikian ibu pun dapat lebih baik mengurus bayinya. Si ibu akan merasa senang dengan kehadiran bayinya dan sangat antusias untuk menstimulasinya, hingga interaksi antara ibu dan bayi pun akan lebih sering terjadi.

BANTUAN YANG BISA DIBERIKAN OLEH SUAMI :

♦ Siap sedia mengurus bayi dan pekerjaan rumah tangga.

♦ Beri kesempatan ibu beristirahat sebanyak mungkin.

♦ Dukung ia untuk  bertemu dengan teman-temannya, tetapi tidak memaksa.

♦ Tidak mengomel / marah, tapi cobalah untuk lebih bersabar.

♦ Biarkan ia mengekspresikan perasaannya, baik itu kecemasan, ketakutan, bahkan jika hal itu diulang-ulang terus.

♦ Yakinkan istri bahwa ia dapat mengatasi masalahnya. Ulangi hal ini sesering mungkin. Pujilah jika ia menunjukkan kemajuan.