Saat beada di dalam kandungan, janin belum mengenal siang dan malam. Maka ia pun dapat bangun dan tidur sesukanya. Kebiasaan ini masih terbawa ketika bayi sudah lahir. Kadang si kecil terjaga di malam hari, merengek minta disusui atau diajak bermain, dan pada siang harinya, si kecil bisa saja tidur seharian.

Meskipun demikian, pola tidur bayi dapat dibentuk agar lebih teratur. Dengan pola tidur yang teratur, bayi tidak akan mudah terbangun dan tidurnya pun akan lebih lama dan lebih nyenyak. Dengan kata lain, tidurnya menjadi lebih berkualitas. Karena itu orang tua perlu membentuk pola tidur bayi secara bertahap, sehingga saat usianya menginjak 2 bulan atau lebih, si kecil sudah memiliki pola tidur yang teratur.

membentuk-pola-tidur-bayiAda beberapa cara yang dapat dilakukan untuk membentuk pola tidur bayi, sekaligus membuatnya dapat tidur dengan lebih lelap, berikut di antaranya:

1. Jadwal Menyusu

Siasati dengan jadwal menyusui yang tepat. Pilihlah waktu menyusui sebelum bayi tertidur dan saat bangun tidur, sehingga saat tertidur bayi dapat terlelap dengan pulas tanpa sering terbangun karena lapar.

Selain itu, orangtua sebaiknya tidak mudah membangunkan bayi yang sedang tertidur pulas sekadar untuk menyusui. Ingat, bayi akan terbangun dari tidurnya ketika ia lapar, hendak buang air kecil (BAK) atau buang air besar (BAB).

Untuk itu, biarkan bayi ketika bayi sedang tertidur pulas. Sikap disiplin orangtua akan membantu bayi menemukan pola tidurnya.

2. Kenali Tanda Mengantuk

Mengantuk merupakan pertanda tubuh bayi mulai lelah. Biasanya ditandai dengan menggosok-gosokkan mata, mengisap-isap jari, menguap atau malah menangis (rewel). Bila tanda- tanda ini muncul, segera tidurkan bayi. Kondisi ini menguntungkan bagi bayi, jadi lebih awal tidurnya dan tidak rewel.

3. Atur Penerangan

Pada malam hari, redupkan lampu kamar agar bayi belajar membedakan antara waktu siang dan malam. Kondisi itu akan membantu bayi untuk membentuk pola tidurnya. Dengan pencahayaan yang redup, bayi akan mudah terlelap. Selain itu, produksi hormon melatonin juga akan meningkat. Selain bermanfaat untuk kekebalan tubuh, hormon ini juga membantu bayi untuk tidur.

4. Atur Suhu Ruangan

Sebelum tidur, pastikan suhu udara pas, sehingga bayi nyaman untuk tidur. Setel suhu dengan tepat di kamar, tidak kelewat panas

tapi juga tidak terlalu dingin. Bila Bunda menggunakan pendingin ruangan, setel suhu kurang lebih 26°C.

5. Ritual Tidur

Ciptakan ritual tidur yang menyenangkan untuk bayi, seperti membacakan buku cerita atau mengelus-elus kepalanya. Pijatan lembut pada tubuh bayi yang dilakukan sebelum tidur, dapat membuat bayi merasa nyaman dan membantu tidurnya lebih lelap. Untuk melancarkan  tangan saat memijat tubuh bayi, gunakan minyak khusus pijat  yang umumnya berfungsi sebagai penghangat. Gosok dengan lembut wilayah kepala hingga ke leher.

6. Mandi

Bersihkan badan bayi sebelum tidur. Seka dengan waslap dan air hangat agar tubuh bayi tidak lengket. Setelah mandi biasanya bayi akan mudah tertidur  pulas, sebab, rasa hangat akan memperlancar sirkulasi dan aliran darah.Bayi pun menjadi tenang dan nyaman.

7. Pakaian

Kenakan pakaian yang nyaman, seperti bahan kaos atau katun yang menyerap keringat. Pastikan ukuran pas, tidak kelewat besar atau kecil. Hindari pakaian berbahan sintetis karena tidak menyerap keringat.

8. Musik

Putarkan musik pengantar tidur yang lembut seperti lullaby atau musik klasik. Lagu-lagu rohani yang lembut juga pas sebagai pengantar tidur. Kalau tidak mau repot, orangtua dapat bersenandung seperti menyanyikan lagu Nina Bobok sambil digendong. Tapi ingat biasakan bayi tak tidur dalam gendongan. Ketika sudah hampir tertidur, letakkan di tempat tidur. Jika menangis, angkat lagi. Lalu tidurkan kembali. Kesabaran orangtua sangat dibutuhkan untuk melatih bayi agar nantinya dapat tidur sendiri atau kembali tidur setelah terbangun.

9. Jauhkan Nyamuk

Bayi mana yang dapat tidur nyenyak bila banyak nyamuk beterbangan dan menggigiti kulit lembutnya? Upayakan ruangan yang digunakan untuk tidur terbebas dari nyamuk. Atau, manfaatkan kelambu khusus untuk bayi sebagai pelindung.

10. Membedong, Perlukah?

Ini adalah pilihan. Seandainya Mama mau membedong, cukup bedong dengan tujuan untuk menyelimutinya agar badannya tetap hangat. Jadi tidak usah kencang sehingga menghambat geraknya. Bayi juga perlu bergerak lho dalam tidurnya.

Sejatinya, membedong sarat dengan manfaat. Salah satunya mengurangi dampak refleks terkejut saat tidur. Saat terkejut, biasanya bayi akan terbangun. Dengan adanya bedong, ia akan mudah terlelap kembali karena merasa Mama memeluknya. Selain itu, membedong juga membuat posisi bayi senantiasa telentang, sehingga meminimalkan dampak kematian mendadak saat tidur akibat tidur tengkurap.

11. Sapa Saat la Terbangun

Jangan lupa saat dia terbangun sapa, ajak senyum, dan minta ia tidur lagi dengan menepuk dan membelai. Jangan ajak bayi bermain dan membuat suara gaduh. Dengan demikian, lambat laun ia akan belajar membedakan kapan waktunya tidur dan kapan ia bisa bermain.

Baca juga artikel lainnya :

Menggigit dan Menolak Payudara

Pilih Mana, Susu Cair Atau Susu Bubuk?