Di artikel Elamor Baju Hamil sebelumnya sudah dijelaskan tentang kolesterol tinggi yang bisa terjadi pada anak. Jika kadar kolesterol buah hati Mama dan Papa  melebihi batas yang diperbolehkan atau disebut hiperkolesterolemia, maka Mama dan Papa perlu melakukan langkah-langkah untuk mengatasi hiperkolesterolemia pada anak tersebut. Berikut ini dijelaskan apa saja yang perlu dilakukan :

1. Periksakan anak ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan menyeluruh, seperti riwayat keluarga apakah menderita penyakit sindrom metabolik, dan bagaimana aktivitas kesehariannya. Obat tidak akan diberikan oleh dokter kecuali kadar kolesterol anak sudah pada level yang dapat memicu gangguan kesehata yang fatal. Misalnya berisiko penyakitjantung koroner.

2. Ajak anak lebih banyak bergerak. Bisa lewat aktivitas harian di rumah (naik-turun tangga), menyekolahkannya di sekolah yang memiliki porsi bermain aktif dan kegiatan fisik yang besar, melibatkan anak melakukan pekerjaan rumah tangga sesuai usia, dan ke sekolah naik sepeda atau berjalan kaki.

3. Tiga kali seminggu, ajak anak berolahraga seperti jalan atau lari pagi, bersepeda, berenang, bermnain sepak bola, menari, atau melompat-lompat di trampolin. Bergerak bersama anak bukan hanya baik untuk kesehatan orangtua dan anak tetapi juga akan memperkuat ikatan orangtua dan anak.

4. Untuk anak di atas 2 tahun akan dilakukan terapi gizi (memperbaiki pola makan) dengan menerapkan pola gizi seimbang yang terdiri atas protein, karbohidrat, lemak, vitamin, dan mineral, yang diberiikan secara terukur. Dokter akan menghitungkan seberapa banyak asupan yang dibutuhkan anak (dalam satuan kalori per hari).

5. Biasakan mengonsumsi 3 kali makan utama dan 2 kali makan selingan. Makanan selingan bisa berupa sereal atau buah yang kaya serat. Sebuah penelitian yang dilakukan di Kanada pada 2011 di Simon Frasser University mengungkapkan, anak yang suka melewatkan sarapan, makan siang atau makan malamnya, cenderung akan makan banyak pada waktu makan berikut. Hal ini yang dapat membuat tumpukan lemak di dalam tubuh.

6. Terapkan waktu makan yang teratur. Dengan demikian, metabolisme tubuh anak akan bekerja dengan baik dan tidak terjadi penumpukan lemak berlebih.

7. Kurangi makanan berlemak jenuh (makanan yang digoreng, makanan berkrim, kue bermentega, dan susu tinggi lemak) serta makanan dan minuman manis. Perbanyak serat dengan buah dan sayuran agar metabolisme berlangsung normal.

8. Ajari anak makan dengan porsi pas (tidak kurang ataupun benlebihan).

9. Sediakan makanan yang bervariasi agar anak tidak bosan makan di rumah dan tidak melulu mengonsumsi makanan berlemak tinggi.

10. Penuhi kebutuhan lemak anak dengan sumber-sumber lemak baik (tak jenuh), seperti kacang-kacangan (tidak digoreng), buah avokad, minyak nabati (yang prosesnya tidak mengalami pemanasan seperti minyak zaitun yang dipakai bukan untuk menggoreng/menumis tetapi untuk menyiram/dressing makanan), ikan, dan minyak ikan.

Artikel terkait :

Waspadai Kolesterol Tinggi Pada Anak