kurangi-rasa-sakit-saat-persalinan-dengan-hypnobirthing

Setelah mengandung selama sembilan bulan, tahap selanjutnya adalah melahirkan. Meski sangat dinantikan, bagi ibu muda proses persalinan sering kali menakutkan. Banyaknya rumor yang menyebutkan bahwa melahirkan itu sakit, semakin ‘memperparah’ perasaan si ibu. “Bukan tidak mungkin, akibat ibunya stres, melahirkan jadi lebih lama. Rasa sakit pun seolah lebih nyeri dari seharusnya karena sejak awal si ibu percaya bahwa persalinan itu menyakitkan,” kata Dr Boy Abidin, SpOG, dokter spesialis kebidanan dan penyakit kandungan, Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading. Padahal, melahirkan merupakan suatu proses yang sangat kompleks, dan perlu kesiapan mental serta semangat besar dari sang ibu. Namun, kesiapan mental, ketenangan batin, serta semangat untuk melahirkan secara alami, terkadang tidak dimiliki oleh para ibu begitu saja. Terlebih bagi ibu muda yang baru akan melahirkan anak pertama.

SUGESTI POSITIF
Hypnobirthing merupakan pengobatan holistik dimana ibu hamil akan dibantu untuk rileks, fokus, tenang dan dalam keadaan sadar sepenuhnya. Ini merupakan suatu metode bagi wanita hamil dan pasangannya untuk melakukan relaksasi mendalam. Adapun hipnotis yang digunakan adalah metode penanaman sugesti saat otak telah berada dalam kondisi rileks. Jadi, lebih pada penanaman pola pikir pada si ibu bahwa melahirkan itu tidak sakit.

Pada praktiknya, sang ibu akan diajarkan untuk menenangkan pikiran dengan cara fokus dan konsentrasi. Jadi, ibu hamil akan ‘menghipnotis’ diri sendiri dengan cara memasukan sugesti positif ke pikirannya. “Sebenarnya rasa sakit pada saat persalinan itu lebih banyak dipengaruhi mitos yang didengar selama bertahun-tahun, bahkan mungkin sejak masih kecil, kemudian masuk ke program jiwa bawah sadar. Sehingga, ibu hamil memiliki keyakinan bahwa persalinan itu menyakitkan.” terang Lanny Kuswandy, Clinical Hypotherapist, ProV Clinic.

Nah, melalui hypnobirthing, si ibu justru diajak untuk memasukan kata-kata positif yang kemudian masuk dalam program alam bawah sadar. Misalnya dengan mengatakan pada diri sendiri bahwa melahirkan adalah proses alami yang menyenangkan, dan tidak menyakitkan secara berulang-ulang. Lalu, menghayatinya dalam keadaan rileks. Seperti pepatah mengatakan, ‘kita adalah apa yang kita pikirkan’. Pepatah itu pun berlaku pada saat menghadapi rasa mual dan pusing akibat perubahan hormonal ketika hamil. Selain itu juga dapat menambah rasa percaya diri ibu pada masa menyusui.

Selanjutnya >>

Baca juga artikel lainnya :

7 Hormon Kehamilan

Berikan ASI Sedini Mungkin